Amida
adalah turunan asam karboksilat yang sangat tidak reaktif. Karena itu golongan
senyawa ini banyak terdapat di alam. Amida yang terpenting adalah protein.
Gugus amida diperoleh dari penggabungan gugus amina dengan gugus karbonil.
Senyawa-senyawa amida terbentuk dari reaksi asam karboksilat dengan amoniak : Amida adalah senyawa yang merupakan turunan asam karbosilat yang diperoleh dari penggantian –OH pada gugus –COOH oleh gugus –NH 2.
Senyawa-senyawa amida terbentuk dari reaksi asam karboksilat dengan amoniak : Amida adalah senyawa yang merupakan turunan asam karbosilat yang diperoleh dari penggantian –OH pada gugus –COOH oleh gugus –NH 2.
Pembutan Amida
Amida
dibuat dengan mereaksikan amonia pada klorida asam atau anhidrida asam,
sedangkan dalam industri dibuat dengan cara memanaskan garam amonium
karboksilat.
Reaksi-reaksi amida
Hidrolisis
Hidrolisis
suatu amida dapat berlangsung dalam suasana asam atau basa.Dalam lingkungan
asam, terjadi reaksi antara air dengan amida yang telah terprotonasi dan
menghasilkan asam karboksilat –NH 3
Dalam lingkungan basa, terjadi serangan
OH- pada amida dan menghasilkan anion asam karboksilat +NH3
Kegunaan Amida
Amida
yang sangat terkenal adalah ureum (urea), yaitu suatu diamida dari suatu asam
karbonat.Urea merupakan padatan kristal tak berwarna, dan merupakan hasil akhir
metabolisme protein. Orang dewasa rata-rata menghasilkan 30 g urea dalam air
seni-nya sehari-hari. Urea dihasilkan besar-besaran untuk pupuk.pada
tanaman-tanaman pertanian dan perkebunan. Urea juga digunakan sebagai bahan baku
pembuatan obat dan plastik.
Hubungan amida dalam konteks hubungan
biokimia disebut peptida. Hubungan amidayang seperti itu mendefinisikan molekul
protein. Struktur sekunder protein terbentuk karenakemampuan ikatan hydrogen
dari amida. Amida memiliki berat molekul rendah, seperti dimetilformamida (HC
(O) N (CH3)2) yang biasa digunakan sebagai pelarut. Banyak obatyang bahan
dasarnya amida, seperti penisilin dan LSD.
Asil Klorida
Asil klorida adalah modifikasi dari
anhidrat asam.
Reaksi yang umum terjadi pada asil klorida adalah penggantian klorin dengan sesuatu yang lain.
Dengan mengambil contoh klorida etanoil sebagai asil klorida sederhana, reaksi awal yang terjadi adalah:
Gas hidrogen klorida dihasilkan, walaupun gas ini bisa bereaksi kembali dengan komponen-komponen lain dalam campuran.
Permasalahan
dari artikel saya ialah Mengapa Amida yang memiliki berat molekul rendah
seperti dimetilformamida (HC (O) N (CH3)2) biasa digunakan sebagai pelarut? Bagaimana
jika berat molekulnya tinggi apakah dapat digunakan sebagai pelarut ?
Dari
permasalahan dalam artikel saya, mungkin ada teman - teman yang bisa membantu
menyelesaikannya. Dimohon bantuannya teman - teman. Terima kasih.
menurut saya pelarut pada umumnya memiliki titik didih yang rendah dan mudah menguap.dimetilformamida memiliki titik didih yang rendah oleh karena itu dapat digunakan sebagai pelarut
BalasHapusMenurut saya Amida yang memiliki berat molekul rendah seperti dimetilformamida (HC (O) N (CH3)2) biasa digunakan sebagai pelarut krena berbentuk cair, sedangkan apabila berat molekulnya tinggi menyebabkan menyulitkan campurannya dengan bahan kimia sehingga tidak bisa di jadikan sebagai pelarut, dan jika berat molekulnya tinggi akan terjadi peristiwa pengerasan atau dalam bentuk padat.
BalasHapusbaik lah saya akan mencoba menjawab permasalahan dari lusi,, menurut pedapat saya apabila berat molekulnya tinggi akan terjadi peristiwa pengerasan sedangkan apabila berat molekulnya rendah atau berbentuk cair dapat digunakan sebagai pelarut
BalasHapusmenurut saya :
BalasHapusAmida yang memiliki berat molekul rendah seperti dimetilformamida (HC (O) N (CH3)2) biasa digunakan sebagai pelarut karena dimetilformamida tersebut berbentuk cair . dan apabila berat molekulnya semakin tinggi tidak dapat digunakan sebagai pelarut karena dapat menyebabkan menyulitkan campurannya dengan bahan kimia.semakin tinggi berat molekulnya maka akan terjadi pengerasan atau dapat berbentuk padat.